Pelumas untuk B40 Biodiesel Proteksi Mesin Modern PT Dynamax Solid Industri

pelumas untuk B40 biodiesel
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Indonesia terus bergerak menuju energi yang lebih bersih. Salah satu langkah besar adalah penggunaan B40, yakni biodiesel dengan kandungan 40% FAME (Fatty Acid Methyl Ester) yang dicampurkan ke solar. B40 bukan sekadar bahan bakar baru — ia adalah babak baru bagi mesin diesel di Indonesia. – pelumas untuk B40 biodiesel

Namun, perubahan bahan bakar selalu membawa perubahan kebutuhan pelumasan. Mesin diesel yang awalnya dirancang untuk solar murni sekarang harus beradaptasi dengan karakteristik biodiesel yang berbeda: lebih higroskopis (menarik air), punya sifat pelarut lebih kuat, dan menghasilkan by-product pembakaran yang berbeda.

Di sinilah peran pelumas untuk B40 biodiesel menjadi penting — bukan hanya untuk melindungi mesin, tetapi untuk memastikan transisi energi ini berjalan dengan aman dan efisien.

Sebagai seseorang yang sudah puluhan tahun mempelajari hubungan antara pelumas dan bahan bakar alternatif, saya bisa mengatakan bahwa: pelumas adalah jembatan penting antara inovasi energi dan ketahanan mesin.


Mengapa B40 Mempengaruhi Kinerja Pelumas?

B40 membawa banyak manfaat — emisi lebih rendah, energi lebih bersih, menyerap pasar sawit, dan mendukung ekonomi nasional. Tapi secara teknis, biodiesel punya sifat yang berbeda dibanding solar konvensional.

Beberapa karakter penting B40 yang memengaruhi pelumasan adalah:


1. Lebih Mudah Menyerap Air

FAME bersifat higroskopis — artinya menyerap kelembaban dari udara.

Masalahnya:

  • air dalam oli → korosi

  • air mempercepat oksidasi pelumas

  • sludge dan varnish muncul lebih cepat


2. Fuel Dilution (Pencampuran BBM ke Oli) Lebih Tinggi

Pada mesin tertentu, residu biodiesel dapat masuk ke pelumas.

Dampaknya:

  • pelumas “mengencer”

  • perlindungan berkurang

  • risiko keausan meningkat

  • aditif cepat habis


3. Pembentukan Deposit

Biodiesel punya titik flash yang berbeda.

Jika kontrol pembakaran tidak optimal:

  • deposit karbon meningkat

  • piston ring mudah macet

  • filter oli cepat kotor


4. Netralisasi Asam

Pembakaran B40 dapat menghasilkan senyawa yang meningkatkan Total Acid Number (TAN).

Pelumas harus punya kemampuan buffer kuat untuk melawan korosi.


Kriteria Penting Pelumas untuk B40 Biodiesel

Pelumas yang tepat untuk mesin berbahan B40 bukan hanya oli biasa — harus punya spesifikasi teknis yang didesain khusus untuk lingkungan biodiesel.

Berikut karakter utama yang perlu diperhatikan:


1. Tinggi TBN (Total Base Number) dan Stabilitas TBN

TBN adalah cadangan alkali untuk menetralkan asam.

Untuk B40:

  • TBN lebih tinggi = lebih aman

  • butuh stabil, tidak turun cepat

Idealnya:

  • TBN ≥ 9–12 untuk mesin heavy-duty


2. Resistensi Oksidasi yang Sangat Bagus

Karena biodiesel meningkatkan risiko oksidasi oli:

  • gunakan oli berbasis Group II, III, atau PAO

  • memakai anti-oxidant additive premium


3. Detergent & Dispersant Kuat

Menahan pembentukan karbon dan sludge.

Aditif ini menjaga:

  • piston bersih

  • ring tidak macet

  • deposit di kepala silinder minimal


4. Ketahanan Tinggi terhadap Fuel Dilution

Pelumas harus tetap stabil meskipun terkontaminasi 2–5% biodiesel.

Base oil sintetis punya ketahanan lebih baik dibanding mineral biasa.


5. Anti-Corrosion Protection

Peningkatan TAN dan kelembapan membutuhkan pelindung karat aktif:

  • Rust inhibitor

  • Corrosion inhibitor


6. Kompatibel dengan Sistem Emisi Modern

Jika mesin menggunakan:

  • DPF

  • EGR

  • SCR

Gunakan oli Low SAPS (ash, phosphorus, sulfur) agar sistem tidak cepat tersumbat.


Standar yang Cocok untuk Pelumas B40

Gunakan pelumas yang sudah sesuai standar internasional terbaru:

  • API CK-4 (untuk mesin diesel modern)

  • API FA-4 (lebih efisien, friction lebih rendah)

  • ACEA E7 / E9

  • Standar OEM seperti CAT, Cummins, Volvo, Scania

Jika mesinnya sudah menggunakan teknologi common-rail, turbocharger ukuran besar, atau sistem emisi modern, standar API CK-4 sangat direkomendasikan.


Rekomendasi Viskositas untuk B40

Viskositas yang umum dipakai untuk mesin berbahan biodiesel di Indonesia:

  • 15W-40 (aplikasi umum)

  • 10W-30 (untuk penghematan BBM dan mesin modern)

  • 5W-30 (mesin terbaru, low viscosity)

Pemilihan tidak boleh sembarangan — harus sesuai rekomendasi pabrikan dan kondisi operasional.


Aplikasi di Industri: Siapa yang Paling Membutuhkan Pelumas Khusus untuk B40?

Transisi ke B40 bukan hanya terjadi pada kendaraan pribadi.
Di Indonesia, sektor terbesar pengguna biodiesel adalah:


1. Transportasi Logistik

Truk jarak jauh dan armada distribusi.


2. Alat Berat

Excavator, dozer, loader di tambang dan konstruksi.


3. Pabrik dan Generator

Genset perusahaan, mining camp, dan fasilitas perumahan tambang.


4. Armada Transportasi Bus

Bus antarkota dan pariwisata.


Di semua kasus ini, pelumas harus bekerja ekstra keras karena:

  • beban berat

  • suhu kerja tinggi

  • jam kerja panjang

  • kualitas BBM bervariasi


Apa Keuntungan Menggunakan Pelumas yang Tepat untuk B40?

Banyak orang berpikir pelumas hanya pelindung mesin — padahal pelumas yang benar bisa menjadi investasi dengan keuntungan nyata:

✔ Mesin lebih bersih

Deposit minimal → performa terjaga.

✔ Ring piston tidak mudah macet

Efisiensi pembakaran optimal.

✔ Perlindungan korosi maksimal

Mesin tetap sehat di jangka panjang.

✔ Interval penggantian oli bisa lebih stabil

Mencegah penurunan kualitas oli terlalu cepat.

✔ Komponen internal lebih awet

Sehingga biaya perbaikan turun.

Dalam jangka panjang, pelumas yang tepat bisa menghemat biaya operasional secara nyata.


Kenapa Banyak Perusahaan Beralih ke Pelumas Khusus untuk B40?

Karena B40 bukan “sekadar biodiesel”—ia membawa perubahan teknis yang nyata.

Pelumas premium untuk biodiesel menyediakan:

  • perlindungan terhadap fuel dilution

  • buffer TBN yang kuat

  • oxidation resistance lebih tinggi

  • deposit control lebih baik

  • kompatibilitas dengan sistem emisi

Perusahaan mulai melihat pelumas sebagai alat risk management, bukan hanya kebutuhan rutin.


Konsultasikan Pelumas untuk B40 Biodiesel

Jika Anda:

✔ ingin melindungi mesin dari efek biodiesel
✔ mencari pelumas API CK-4 / FA-4
✔ butuh rekomendasi viskositas
✔ punya armada truk atau alat berat
✔ ingin analisa oil sampling

Silakan klik:

👉 Request a Quote

Tim teknis kami siap membantu Anda memilih pelumas terbaik untuk operasional B40.


Energi Baru Membutuhkan Cara Baru dalam Melindungi Mesin

B40 adalah masa depan energi Indonesia — tetapi perubahan bahan bakar berarti kita juga harus memahami cara melindungi mesin dengan cara yang tepat.

Biodiesel membawa tantangan, namun dengan pelumas yang sesuai, mesin dapat tetap bekerja optimal sambil mendukung energi bersih nasional.

PT Dynamax Solid Industri menyediakan pelumas untuk B40 dengan formulasi anti-sludge dan proteksi tinggi untuk mesin diesel modern. Stabil, mengurangi keausan, serta dirancang untuk performa optimal pada bahan bakar B40